ELIA DAN AHAB
BACAAN : I RAJA – RAJA 18 : 16 – 19
NATS : I RAJA – RAJA 18 : 17 – 18
Pada awal
abad ke – 18 berkembang sebuah pemahaman teologia yang oleh ahli jaman sekarang
dikenal theolegia kolonialis, paham theolegia ini berangapan bahwa para penjajah
eropa adalah laskar Tuhan yang datang membawa damai sejahtera. Dengan paham ini
penduduk pribumi yang tidak atau belum kristen bisa dikristenkan dengan cara
apapun tanpa mempertimbangkan hak – hak mereka sebagai manusia.
Pada saat
itu para pemuka agama difasilitasi oleh pemerintah kolonial untuk membentuk
opini dimasyarakat bahwa bangsa eropa datang membawa pencerahan. Namun disaat
yang sama mereka dengan serakah mengeruk hasil bumi untuk dibawa pulang
kenegaranya. Misi pekabaran injil sudah disalahgunakan demi kepentingan politik
para penjajah eropa
Mungkin ini
juga yang terjadi pada masa pemerintahan Raja Ahab dimana pemuka pemuka agama
difasilitasi demi kepentingan raja ( I Raja – raja 21 : 8 – 10 ) ditambah lagi
istri Raja Ahab adalah Izebel anak Raja Etbaal orang Sidon yang tidak mengenal Allah. Dengan
kondisi ini pemerintah berjalan sangat timpang, seluruh tindakan raja yang
sewenang – wenang terhadap rakyatnya
dilegalkan oleh para pemuka agama.
Allah tidak
berkenan terhadap Raja Ahab sehingga mengutus nabi Elia untuk memperingatkanya.
Allah memperingatkan melalui bencana kekeringan yang melanda Irael namun peringatan Tuhan ini tidak membuat Raja Ahab
bertobat dari dosanya dia malah beranggapan Elialah yang menyebabkan kekeringan
itu sehingga Raja Ahab berencana untuk membunuhnya.
Pertemuan
Nabi Elia dan Raja Ahab dalam perikop bacaan kita sangatlah dramatis, ini
disebabkan nabi Elia yang dinyatakan musuh negara dan dikejar – kejar untuk
dibunuh berani menampakan diri dihadapan orang yang mengejar –kejarnuya yaitu
Raja Ahab. Nabi Elia yang tetap setia menyuarakan kebenaran firman Allah
walaupun harus dicap sebagai pemberontak, dengan segala keberaniannya
mengingatkan Raja Ahab bahwa pemerintah yang dipimpinnya telah mendukakan hati
Allah, seperti ayat 18 “ Bukan aku yang mencelakakan Israel, melainkan engkau
ini dan kaum keluargamu, sebab kamu telah meninggalkan perintah – perintah
Tuhan dan engkau ini telah mengikuti para Baal ”
Pernyataan
nabi Elia ini membuat Raja Ahab murka dan pada perikop selanjutnya dikisahkan
Raja Ahab memerintahkan para nabi baal bertarung secara spiritual dengan Nabi
Elia. Dalam pertarungan itu Nabi Elia
dapat mengalahkan nabi baal atas
anugerah dan penyertaan Tuhan.
Jaman sekarangpun dinegeri kita ini juga
banyak pemimpin seperti raja Ahab, mereka seringkali menyelewengkan
kakuasaannya untuk kepentingan pribadi tanpa mengingat kekuasaan itu bersumber
dari Allah. Bahkan kesewenangan ini banyak didukung oleh aparat dan peraturan
perundangan yang disahkan secara sepihak oleh para penguasa.
Bagaimana
suara gereja dalam menyikapi hal ini ??
Seringkali
gereja atau banyak orang kristen secara diplomatis mengatakan “ kami ini
minoritas, apa yang dapat kami lakukan ??” atau “ jangan – jangan kalau kita
bersuara mereka memusuhi kita “. Sepertinya kita harus bercermin dari kisah
nabi Elia, untuk menyuarakan kehendak Tuhan Nabi Elia tidak pernah takut
biarpun harus dianggap memberontak terhadap Raja bahkan dia berani berhadapan
dengan 400 ratus nabi baal yang dipelihara oleh Izebel.
Kunci
keberanian dan kemenangan Elia terletak pada sikap penyerahan diri dan iman
yang teguh kepada Tuhan. Saat Elia diperintahkan untuk pergi ke sungai Kerit
dia menurut, bahkan ketika Allah memerintahkan dia untuk menemui raja Ahab yang
hendak membunuhnyapun Eliapun menurutinya. Maka kemuliaan Allahpun dinyatakan
ketika Elia berhasil mengalahkan 400 ratus nabi baal secara dramatis. Kitab ini
menuliskan kisah nabi Elia ini bukan untuk menunjukan bahwa nabi Elia itu sakti
tetapi menunjukan bahwa jikalau kita selalu mengerti dan melakukan kehendak
Allah maka Allah tidak akan meninggalkan kita.
Mari kita
menyuarakan suara kenabian kita dengan bijaksana biarpun kita minoritas seperti
satu orang Elia berhadapan dengan 400 ratus orang nabi baal. Sebab dengan suara kenabian kita kuasa Allah
akan dinyatakan atas dunia ini ( Amin )***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar